Minggu, 03 Januari 2016

BIOLOGI KEAS XI

  • Addison penyakit yang disebabkan hipofungsi kelenjar adrenal.
  • Aglutinasi proses terbentuknya gumpalan-gumpalan yang terdiri atas struktur besar berupa antigen pada permukaannya.
  • Akomodasi kemampuan mata untuk mengubah bentuk lensa sehingga dapat memfokuskan penglihatan.
  • Akson serabut saraf yang menghantarkan impuls dari badan sel.
  • Alkalosis kenaikan kadar basa dalam darah akibat terjadinya akumulasi garam basa.
  • Amphiartrosis hubungan antartulang yang memungkinkan adanya sedikit gerakan.
  • Ankilosis gangguan yang terjadi karena tidak berfungsinya persendian.
  • Antibodi senyawa gama globulin yang terdapat di dalam plasma darah, berfungsi melawan benda asing (antigen).
  • Antibodi zat yang terbentuk dalam darah organisme untuk menangkal benda asing yang masuk ke dalam tubuh organisme tersebut.
  • Apendisitis infeksi pada usus buntu.
  • Aqueous humor : cairan bening yang mengisi rongga kornea dan lensa.
  • Artikulasi hubungan antartulang.
  • Asam lambung : getah lambung yang bersifat asam berfungsi membunuh kuman penyakit atau bakteri yang masuk bersama makanan, mengubah sifat protein, dan mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin.
  • Aseksual proses produksi tanpa adanya kegiatan seksual.
  • Asetilkolin zat pemindah rangsangan yang dihasilkan pada ujung saraf.
  • Asidosis kenaikan kadar asam dalam darah yang disebabkan terganggunya pengangkutan CO2.
  • Augmentasi proses penambahan zat sisa dan urea yang mulai terjadi di tubulus kontortus distal.
  • Bintik buta bagian yang dilewati saraf optik yang tidak peka terhadap sinar.
  • Bolus gumpalan-gumpalan makanan yang masih kasar hasil pembentukan di dalam retikulum sapi.
  • Bronkus cabang dari trakea.
  • Cairan limfa cairan tubuh yang masuk ke dalam pembuluh kapiler limfa.
  • Defekasi proses buang air besar secara sadar.
  • Dendrit serabut saraf penghantar impuls ke badan sel.
  • Depolarisasi perubahan potensial listrik sesaat pada sel saraf.
  • Diapedesis kemampuan leukosit menembus dinding pembuluh darah untuk mencapai daerah tertentu.
  • Diartrosis hubungan antartulang yang memungkinkan gerakan lebih bebas.
  • Difusi gerakan suatu zat sebagai hasil gerakan acak dari atom-atom atau molekul-molekulnya ke semua arah di dalam suatu medium (pelarut).
  • Donor orang yang berperan sebagai pemberi darah.
  • Eksositosis proses pemasukan zat dari luar sel ke dalam sel.
  • Ekspirasi proses pengeluaran udara dari alat pernapasan.
  • Endositosis proses keluarnya zat dari dalam sel.
  • Epitel jaringan yang melapisi permukaan tubuh (epitelium), membatasi antarorgan (mesotelium), atau membatasi organ dengan rongga dalam tubuh (enotelium).
  • Eritroblastosis fetalis kelainan pada bayi dimana telah terjadi ketidaksesuaian faktor rhesus.
  • Eritrosit sel darah merah.
  • Escherichia coli bakteri yang terdapat di dalam usus besar, membantu dalam proses pembusukan sisa makanan dan menghasilkan vitamin K.
  • Esterogen hormon kelamin yang dihasilkan oleh indung telur berfungsi untuk merangsang munculnya tanda-tanda kelamin sekunder pada wanita termasuk binatang betina.
  • Eustachius saluran yang menghubungkan telinga tengah dengan faring.
  • Faring bagian tubuh yang terletak di belakang rongga mulut dan hidung berfungsi sebagai jalannya udara dan makanan.
  • Fases hasil pembusukan sisa makanan oleh bakteri di dalam usus besar.
  • Fertilisasi proses bertemunya spermatozoa dengan ovum dan menghasilkan zigot.
  • Fibrin benang-benang halus yang tidak larut dalam plasma darah, berfungsi menjerat sel-sel darah merah dan membentuk gumpalan sehingga darah membeku pada daerah luka.
  • Fibrinogen calon benang Fibrin yang larut dalam plasma darah.
  • Filtrasi proses penyaringan zat.
  • Floem pembuluh tapis yang berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tubuh tumbuhan.
  • Foramen magnum rongga khusus yang terdapat di bawah tempurung kepala yang menjadi tempat masuk dan keluarnya pembuluh saraf serta darah yang menuju ke sumsum tulang belakang.
  • Ganglion kumpulan badan sel saraf.
  • Gerak peristaltik : gerakan kembang kempis kerongkongan untuk mendorong makanan masuk ke dalam lambung.
  • Gigi alat pencernaan mekanik yang tumbuh di dalam lesung pada rahang dan memiliki jaringan seperti pada tulang, tetapi bukan bagian dari kerangka.
  • Ginjal sepasang organ tubuh yang terletak di dekat tulang belakang berbentuk seperti biji kacang merah, berfungsi mengeluarkan hasil metabolisme.
  • Glikolisis penguraian gula dalam proses metabolisme.
  • Hati organ tubuh yang berwarna kemerah-merahan terletak di kanan atas rongga perut, berfungsi menghasilkan empedu.
  • Hemophyli kelainan genetis pada seseorang yang trombosit darahnya tidak mengandung faktor pembeku.
  • Hemoglobin senyawa protein yang berfungsi mengangkut oksigen dari paru-paru dan mengedarkan ke seluruh jaringan tubuh.
  • Hidung alat pernapasan yang merupakan tempat pertama dilalui udara dari
  • luar.
  • Hormon zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin atau kelenjar buntu.
  • Implantasi proses menempelnya embrio ke dinding rahim.
  • Impuls rangsangan yang dihantarkan melalui saraf.
  • Indera alat tubuh yang mampu menerima rangsang tertentu.
  • Inspirasi proses pemasukan udara ke dalam alat pernapasan.
  • Iritabilitas kemampuan untuk bereaksi terhadap perubahan lingkungan.
  • Isotonik larutan-larutan yang mempunyai konsentrasi yang sama.
  • Jantung alat pemompa darah dan pusat peredaran darah pada tubuh manusia.
  • Jaringan ikat : jaringan yang berfungsi mengikat atau mempersatukan jaringanjaringan menjadi organ dan berbagai organ menjadi sistem organ serta menjadi selubung organ dan melindungi jaringan atau organ tubuh.
  • Jaringan otot : jaringan yang tersusun atas sel-sel otot, fungsinya menggerakkan organ-organ tubuh.
  • Jaringan saraf : jaringan yang tersusun atas sel-sel saraf atau neuron berfungsi menerima dan menghantarkan rangsangan dari bagian tubuh yang satu ke bagian yang lain.
  • Kaliptra tudung akar, berfungsi melindungi akar terhadap kerusakan mekanis pada saat menembus tanah.
  • Karbohidrat senyawa organik yang tersusun atas unsur-unsur karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O).
  • Karboksi hemoglobin : hemoglobin yang mengikat karbon dioksida.
  • Karbon dioksida senyawa dengan rumus kimia CO2, berupa gas tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak dapat terbakar merupakan hasil pembakaran sempurna, pernapasan dan pembusukan.
  • Kartilago tulang rawan.
  • Kekebalan daya tahan, keadaan tahan terhadap penyakit.
  • Kim makanan lembut seperti bubur hasil pencernaan oleh otot lambung dan enzim.
  • Klorenkim sel-sel parenkim yang mengandung klorofil.
  • Konduktivitas sel : kemampuan sel saraf untuk membawa impuls-impuls saraf.
  • Kontraksi pemendekan sel otot akibat adanya rangsangan.
  • Kulit bagian tubuh yang berada paling luar melapisi dan melindungi bagian di dalamnya serta berfungsi sebagai organ ekskresi.
  • Lakuna rongga bekas sel-sel tulang keras yang telah mati.
  • Lambung saluran pencernaan makanan yang melebar seperti kantung terletak dibagian atas rongga perut sebelah kiri, dan bagian lainnya tertutup oleh hati, usus besar, dan limfa.
  • Laring bagian tubuh yang terletak di antara faring dan trakea.
  • Lemak senyawa organik yang terdapat dalam makanan dan mutlak diperlukan oleh tubuh manusia dalam jumlah yang sangat kecil, tetapi
  • tidak menghasilkan energi.
  • Lentisel lapisan gabus, berfungsi sebagai tempat pertukaran gas dan penguapan.
  • Leukosit sel darah putih.
  • Lingkaran tahun : lapis-lapis lingkaran yang menunjukkan aktivitas pertumbuhan tiap tahun.
  • Maag luka pada lapisan lambung atau usus dua belas jari.
  • Makro nutrien : zat makanan yang dibutuhkan oleh tubuh manusia dalam jumlah banyak (karbohidrat, protein, lemak).
  • Membran selaput yang terletak paling luar dan tersusun dari senyawa kimia lipoprotein.
  • Menstruasi proses pembuangan sel telur yang sudah matang yang tidak menjalani fertilisasi.
  • Meristem sekelompok sel yang tetap dalam fase pertumbuhan dan terus menerus membelah.
  • Metanephros : organ tubuh pada hewan vertebrata yang berfungsi sebagai ginjal permanen.
  • Mikro nutrien : zat makanan yang dibutuhkan oleh tubuh manusia dalam jumlah sedikit (vitamin dan mineral).
  • Mineral bahan kimia yang terdapat dalam makanan yang diperlukan oleh tubuh, dan tidak berfungsi menghasilkan energi.
  • Misel larutan dari campuran asam lemak, gliserol, dan empedu.
  • Nefron satuan struktur ginjal yang terdiri atas badan malpighi dan tubulus (saluran) yang panjang.
  • Neuron sel saraf yang berfungsi mengirimkan pesan yang berupa rangsang atau tanggapan.
  • Nukleus inti sel yang bertugas mengontrol kegiatan yang terjadi di sitoplasma.
  • Oksihemoglobin butir darah merah yang mengikat oksigen.
  • Oksidasi peristiwa pembakaran, proses bereaksinya suatu zat dengan oksigen.
  • Oksigen molekul diatom yang ditemukan di atmosfer bumi, tak berwarna, tak berbau, tak berasa, larut dalam air, dan menjadi komponen utama pembakaran serta diperlukan oleh segala bentuk kehidupan.
  • Oogenesis proses pembentukan ovum (sel telur) di dalam ovarium.
  • Opirtonefros organ tubuh pada hewan aves dan pisces yang berfungsi sebagai ginjal belum permanen.
  • Osifikasi proses pengerasan tulang.
  • Osmosis perpindahan molekul-molekul pelarut dari larutan encer ke larutan yang lebih pekat melalui dinding berpori halus.
  • Osmosis perpindahan molekul-molekul pelarut dari larutan encer ke larutan yang lebih pekat melalui dinding berpori halus (membran semipermiabel).
  • Osteoklas sel perombak tulang.
  • Osteon tulang sejati/tulang keras.
  • Osteoporosis : gangguan tulang dengan gejala penurunan masa tulang sehingga tulang menjadi rapuh.
  • Otot jantung otot yang mempunyai struktur seperti otot lurik, tetapi bekerja seperti otot polos, terletak pada jantung.
  • Otot polos otot yang terletak pada saluran alat-alat dalam tubuh, bekerja di luar kesadaran tanpa perintah otak.
  • Otot rangka otot yang melekat menutupi rangka disebut juga otot lurik.
  • Papila tonjolan kecil pada permukaan lidah yang mengandung indera pengecap.
  • Parenkim sekelompok sel hidup dengan struktur morfologi dan Fisiologi yang bervariasi, dijumpai di setiap bagian tubuh tumbuhan.
  • Paru-paru bagian tubuh yang terletak di rongga dada tepat di atas sekat diafragma sebagai alat pernapasan.
  • Pencernaan kimia; proses pelumatan makanan dengan menggunakan reaksi kimia.
  • Pencernaan mekanik : proses pelumatan makanan dengan cara gerakan atau gesekan
  • Persendian hubungan antartulang yang memungkinkan pergerakan.
  • Pilorus bagian lambung yang berhubungan langsung dengan usus dua belas jari dan berfungsi mengatur pengeluaran makanan dari lambung.
  • Pita Kaspari bagian seperti pita yang terdapat pada sebagian besar sel endodermis.
  • Plasmodesma penjuluran sitoplasma pada noktah merupakan hubungan plasma interseluler.
  • Plasmolisis peristiwa tertariknya sitoplasma dari dinding sel akibat keluarnya air dari dalam sel karena osmosis.
  • Podosit sel-sel endotelium kapiler berpori yang terdapat pada glomerolus untuk mempermudah penyaringan.
  • Polio infeksi virus pada saraf yang mengendalikan gerakan otot rangka, akibatnya terjadi kelumpuhan.
  • Presipitin antibodi yang dapat menggumpalkan antigen.
  • Protein senyawa organik yang tersusun oleh unsur-unsur karbon (C), hidrogen (H), dan nitrogen (N). Selain unsur tersebut juga mengandung unsur belerang (S) dan fosfor (P).
  • Protrombin protein yang tidak stabil yang dibentuk di hati dan dapat dipecah menjadi senyawa yang lebih kecil, salah satunya trombin.
  • Ptialin enzim di dalam ludah yang berfungsi memecah amilum menjadi maltosa.
  • Pulmo bagian tubuh yang terletak di rongga dada atas tepat di atas sekat diafragma dan berfungsi sebagai alat pernapasan dari luar.
  • Reabsorpsi proses penyerapan kembali zat-zat yang masih diperlukan.
  • Refleks gerakan yang terjadi tanpa disadari, impuls yang diterima berjalan sangat cepat, dan tanggapan terjadi secara otomatis terhadap rangsang tanpa memerlukan kontrol dari otak.
  • Resipien orang yang menerima darah.
  • Ruminansia pola sistem pencernaan pada hewan memamah biak.
  • Saraf suatu sistem yang mengendalikan dan mengatur aktivitas tubuh.
  • Seksual berkenaan dengan seks.
  • Sel api merupakan alat ekskresi pada platyhelmintes yang merupakan selsel yang memiliki berkas silia menonjol ke saluran dan gerakannya seperti nyala api.
  • Springter esofageal bagian lambung yang terdapat di ujung kardiak, berfungsi menjaga makanan agar tetap di lambungnya.
  • Sinartrosis hubungan antartulang yang sudah tidak dapat digerakkan lagi.
  • Sioplasma bagian dalam sel yang berupa cairan.
  • Sistem organ : kumpulan dari berbagai organ dan menjalankan tugas tertentu.
  • Sklerenkim jaringan penguat dinding sekunder yang tebal, mengandung senyawa lignin.
  • Spermatogenesis : proses pembentukan dan pematangan spermatozoa oleh sel kelamin jantan.
  • Spirometer alat yang digunakan untuk mengukur kapasitas paru-paru.
  • Tensimeter alat yang digunakan untuk mengukur tekanan darah.
  • Toksin zat racun yang dibentuk dan dikeluarkan oleh organisme yang menyebabkan kerusakan struktur, kerusakan total hidup atau keefektifan organisme pada satu bagian.
  • Totipotensi kemampuan yang dimiliki oleh setiap sel untuk berdeferensiasi menjadi jaringan, kemudian menjadi tumbuhan baru yang lengkap jika lingkungan mendukung.
  • Trakea bagian tubuh yang berupa pipa panjangnya 10 cm, terletak di leher dan rongga dada.
  • Trombosit keping darah, disebut juga sel darah pembeku.
  • Turgor tegangan di dalam sel saat vakuola penuh dengan zat cair.
  • Urine zat hasil ekskresi dari ginjal.
  • Vaksin toksin atau benih penyakit yang masih hidup dan aktif tetapi sudah dilemahkan keaktifannya digunakan untuk memberikan kekebalan.
  • Vesika urinaria : kandung kemih merupakan tempat penampungan sementara urine sebelum keluar tubuh.
  • Vitamin zat kimia yang terdapat dalam makanan dan mutlak diperlukan oleh tubuh manusia dalam jumlah yang sangat kecil, tetapi tidak menghasilkan energi.
  • Vitreous humor : cairan bening yang mengisi rongga antara lensa dan retina.
  • Xilem pembuluh kayu yang befungsi mengangkut air dan garam-garam, mineral dari akar ke seluruh bagian tubuh tumbuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar